Rahasia Juara Kelas ala Ilmuwan Nobel: Cara Belajar “Anti-Blank” yang Dipakai Mahasiswa Harvard
Home » Karya Nonfiksi  »  Rahasia Juara Kelas ala Ilmuwan Nobel: Cara Belajar “Anti-Blank” yang Dipakai Mahasiswa Harvard

Penulis RDM

1_h0m81hmIfZzPLFTG1pPAeg

Gambar diambil dari: https://ali.medium.com/richard-feynman-the-man-who-only-used-his-intellect-to-enjoy-life-021032151aa0

Pernah nggak sih, kamu sudah belajar sampai begadang dan merasa sudah hafal semua isi buku, tapi pas lembar ujian dibagikan, tiba-tiba otak rasanya kayak loading lama alias blank?

​Banyak dari kita terjebak dalam pola belajar "Hafal Mati". Masalahnya, memori hafalan itu punya tanggal kedaluwarsa yang cepat banget. Begitu ujian selesai, ilmu langsung menguap. Nah, di universitas top dunia seperti Harvard, ada satu metode rahasia yang populer banget untuk mematahkan kutukan "Hafal Mati" ini.

​Metode ini diciptakan oleh Richard Feynman, seorang fisikawan jenius pemenang Nobel yang saking jagonya menjelaskan hal rumit, ia dijuluki sebagai “The Great Explainer.”

​Siapa itu Richard Feynman?

​Sebelum masuk ke caranya, kamu harus tahu kalau teknik ini bukan sembarang tips. Konsep ini berakar dari kisah hidup Richard Feynman yang bisa kamu baca di buku biografinya berjudul "Surely You're Joking, Mr. Feynman!".

​Dulu, saat masih mahasiswa, Feynman punya buku catatan khusus berjudul "Buku Catatan Hal-hal yang Tidak Aku Ketahui". Di sana, ia membongkar semua teori rumit dan menulisnya kembali dengan bahasa yang sangat sederhana sampai ia benar-benar paham "akarnya". Inilah yang sekarang kita kenal sebagai Teknik Feynman.

​Empat Langkah Menuju Jenius

​Yuk, kita bedah langkah-langkahnya supaya kamu bisa jadi "si paling paham" di kelas:

​1. Pilih "Target" Kamu

Ambil selembar kertas dan tulis judul materi yang ingin kamu kuasai. Tapi jangan cuma dibaca ya! Posisikan dirimu sebagai seorang guru atau kreator konten yang ingin menjelaskan hal ini kepada orang lain.

​2. Tantangan: Jelaskan ke Anak Usia 12 Tahun

Ini adalah bagian paling seru. Coba tulis penjelasan materi tadi di kertas, tapi bayangkan kamu sedang berbicara dengan adik kelasmu yang masih SD.

  • ​Aturannya: Dilarang pakai istilah-istilah rumit (jargon).
  • ​Misal: Daripada bilang "Fotosintesis adalah proses biokimia...", coba ganti jadi "Fotosintesis itu cara tumbuhan 'memasak' makanannya sendiri pakai bantuan sinar matahari."

​3. Tambal "Lubang" di Kepalamu

Saat kamu mendadak berhenti karena bingung cara menjelaskan satu bagian secara simpel, selamat! Kamu baru saja menemukan "Gap" atau lubang dalam pemahamanmu. Langsung balik lagi ke buku paket dan pelajari bagian itu saja sampai kamu bisa menjelaskannya sejelas air jernih.

​4. Gunakan Jurus Analogi (Perumpamaan)

Biar materi itu nggak gampang hilang dari otak, gunakan perumpamaan yang ada di sekitar kita.

​Contoh: Belajar tentang pembuluh darah? Bayangkan seperti pipa air di rumah. Belajar tentang sel? Bayangkan seperti sebuah kota kecil yang punya pusat kendali.

​Kenapa Kamu Harus Coba Sekarang?

​Belajar dengan Teknik Feynman itu ibarat membangun pondasi rumah yang kuat. Memang butuh usaha lebih di awal untuk menyederhanakan istilah, tapi hasilnya kamu nggak bakal gampang lupa.

​Seperti kata Richard Feynman dalam bukunya: "Pintar itu bukan yang paling banyak hafal istilah sulit, tapi yang bisa menjelaskan hal sulit jadi terasa gampang."

​Jadi, kalau kamu bisa menjelaskan materi paling susah ke temanmu dengan bahasa yang santai, itu tandanya kamu sudah resmi jadi "Si Pintar" yang sebenarnya!