Kelas yang Sepi
Bel telah berbunyi
Aku melihat anak masih berhamburan
Sibuk dengan kegembiraannya
Aku menanti di ujung lamunan
Teriakan anak saut-menyaut
Mengisi pikiran yang sumbang
Berlalu lalang bersama baik-buruk.
Bias di mata kenyataan
Tak pernah ada yang abu pada harapan
Kenyataan punya caranya sendiri
Melukis dengan warnanya
Jauh dari nilai masa lalu
Tanda Mata
Di hari yang penuh kegembiraan
Siapa Pun berkata semua perlu dirayakan
Waktu jadi punya makna
Tanda sebagai batu tapal
Perayaan selalu punya tanda
Yang tersimpan dari masa ke masa
Merawatnya dari manusia ke manusia
Seakan abadi di ujung mata terdalam
Seorang guru mengukir tandanya
Di detak waktu tiap amak
Menyusup pula pada doanya
Sulam-menyulam yang kadang tak terbaca
Itulah perayaan di matanya
Tanda-tanda yang dicitakan
Yang kadang terjebak
Pada euforia tanda mata yang bias