Jarak
Gelas teh masih hangat,
jemarimu sudah berangkat.
Meja kayu mendadak luas,
napasmu lepas, tuntas.
Sajadah melipat sepi,
sujudmu tak berbekas lagi.
Lampu neon berkedip ragu,
mencari bayang di bahu.
Aroma kolak di dinding,
tawamu berubah hening.
Jam dinding berdetak lelah,
waktu kehilangan rumah.
Ramadan adalah puasa,
dari kabar dan suara.
Doa hanyut di wudu,
mengalir ke tempatmu.